Pdt. Dr. K.R.T. Sugeng Prihadi, M.Min., M.Th.
Beritaoikoumene.com – Sragen, Semangat kebersamaan dan persaudaraan antargereja kembali terjalin dalam agenda Tukar Pelayanan Firman (TPF) Sinode Gereja-gereja Kristen Jawa (GKJ) Tahun 2026. Melalui surat resmi Badan Pelaksana Sinode XXIX GKJ Nomor SK/2025/B1/SB105/754, Bidang Visitasi Sinode menjadwalkan TPF antarjemaat sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke 95 Sinode GKJ.
Dalam agenda tersebut, GKJ Slawi dan GKJ Taman Asri Sragen dipertemukan dalam pelayanan timbal balik yang berlangsung penuh sukacita.
Utusan GKJ Taman Asri Sragen, Pdt. Gunawan Anggono Samekti, S.Si., M.Si., terlebih dahulu melayani di GKJ Slawi pada Minggu (8/2/2026). Sementara itu, balasan kunjungan dilakukan oleh Pdt. Dr. K.R.T. Sugeng Prihadi, M.Min., M.Th., yang menyampaikan pelayanan Firman di GKJ Taman Asri Sragen pada Minggu (22/2/2026).

Sekalian Jalan, Sekalian Berbagi Harapan
Perjalanan rombongan GKJ Slawi menuju Sragen tidak sekadar agenda liturgis. Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga membagikan proposal penggalangan dana pembangunan rumah emeritus pendeta GKJ Slawi.
“Sekali dalam perjalanan, kami membagikan proposal sebagai bagian dari usaha penggalangan dana panitia,” ujar Dkn. Hasta Handayani, S.Pd., salah satu anggota Majelis GKJ Slawi yang turut mendampingi rombongan.
Langkah itu menunjukkan bahwa pelayanan gereja tidak berhenti di mimbar, tetapi juga hadir dalam wujud solidaritas konkret.

Belajar dari Kreativitas Jemaat
Dalam perjumpaan persaudaraan, rombongan GKJ Slawi diajak menyaksikan salah satu karya pelayanan kreatif di GKJ Taman Asri Sragen. Tim jemaat setempat memproduksi anggur fermentasi secara mandiri untuk kebutuhan Perjamuan Kudus.
Menurut Pdt. Gunawan, kebutuhan anggur untuk sakramen tersebut disiapkan oleh tim internal gereja. Bahkan, produksi tersebut tidak hanya mencukupi kebutuhan jemaat setempat, tetapi juga melayani pesanan dari beberapa jemaat lain.
Inisiatif itu menjadi gambaran kemandirian dan kesungguhan jemaat dalam mendukung kehidupan bergereja. Setelah rangkaian kegiatan, rombongan GKJ Slawi diantar beristirahat di Cahaya Losmen Sragen sebelum melayani ibadah di hari Minggu.

“Prasaja Boten Srakah” Pesan Moral dari Mimbar
Dalam khotbahnya di GKJ Taman Asri Sragen, Pdt. Sugeng menjabarkan tema “Prasaja lan Boten Srakah”
Dengan gaya yang hangat dan sesekali diselingi humor khas Jawa, ia menyapa jemaat sebagai “taman yang asri”, selaras dengan nama gereja mereka. Ia memuji semangat ibadah dan kesetiaan jemaat, sembari mengajak refleksi batin yang lebih dalam.
Menurutnya, kesahajaan dan keserakahan sering kali tampak berdekatan, tetapi memiliki arah hidup yang sangat berbeda.
“Prasaja membuat kita tentrem lan sumeleh. Srakah menuntun pada kegelisahan dan kerusakan,” ujarnya.
Ia menyinggung kisah Adam dan Hawa dalam Kitab Kejadian. Larangan Allah bukanlah bentuk pembatasan, melainkan tanda kasih dan batas-batas yang harus dijaga. Mengutip pemikiran Augustine of Hippo, ia menegaskan bahwa akar dosa bukan semata soal buah terlarang, melainkan kesombongan kehendak manusia yang ingin menentukan baik dan jahat menurut dirinya sendiri.
“Prasaja bukan berarti pasif atau pelit. Prasaja adalah sikap hati yang tahu batas dan tahu bersyukur,” tegasnya.

Menguatkan Jejaring Iman
Agenda TPF Sinode GKJ 2026 bukan sekadar pertukaran pelayan firman. Ia menjadi ruang perjumpaan, pembelajaran, dan penguatan jejaring iman.
Di tengah zaman yang kerap mempromosikan kompetisi dan pencitraan, perjumpaan GKJ Slawi dan GKJ Taman Asri Sragen menghadirkan pesan yang mendalam. Hidup cukup dan bersyukur kepada Tuhan (sugeng ph/Red)
