HUT 79 Tahun Gereja Toraja
Beritaoikoumene.com – Jakarta, 25 Maret 2026, Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia atau Perkumpulan Wartawan Gereja Indonesia menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-79 kepada Gereja Toraja. Ucapan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum PWGI, Dharma Leksana, dari Kantor DPP PWGI di Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 25 Maret 2026.
Dalam pernyataannya, Dharma menegaskan bahwa tema “Toraja Mengajar” memiliki relevansi luas. Tema ini tidak hanya menyasar internal gereja, tetapi seluruh masyarakat Toraja. Ia menilai, fokus pada literasi menjadi langkah strategis di tengah rendahnya tingkat literasi digital di Indonesia.
“Tema ini menunjukkan kepedulian Gereja Toraja dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Literasi digital harus diperkuat, khususnya bagi generasi milenial yang akan menghadapi peradaban digital,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-79 Gereja Toraja berlangsung dengan rangkaian kegiatan terstruktur. Program “Toraja Mengajar” dijalankan di sejumlah wilayah, antara lain Baruppu’, Bastem, Rantepao, dan Makale. Program ini menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesadaran literasi masyarakat.
Puncak ibadah syukur digelar di pelataran Tongkonan Sangulele, Rantepao. Lokasi ini menjadi pusat kegiatan hingga 29 Maret 2026. Selain ibadah, panitia menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial. Kegiatan tersebut meliputi bakti kesehatan di Kecamatan Baruppu’, program bedah rumah oleh CCGT, pameran budaya di Tongkonan Sangulele, serta expo di Alun-alun Rantepao.
Dukungan juga datang dari Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia. Organisasi ini memberikan bantuan keuangan kepada panitia sebagai bentuk dukungan terhadap program sosial Gereja Toraja.
Ketua Panitia, Jhon Adi Palimbong, menjelaskan bahwa tema “Toraja Mengajar” lahir dari diskusi sederhana. Namun, tema ini memiliki dampak strategis bagi pembangunan masyarakat.
“Kita dipanggil untuk menghadirkan pendidikan sebagai prioritas. Ini bagian dari pembangunan jemaat,” katanya di Kantor BPS Gereja Toraja, Tongkonan Sangulele.
Tema tahun ini menunjukkan pergeseran fokus Gereja Toraja. Pada HUT ke-78 tahun 2025, Gereja Toraja mengangkat tema “Festival Hutan Toraja” yang berfokus pada pelestarian lingkungan. Perubahan ini mencerminkan respons gereja terhadap kebutuhan aktual masyarakat.
Puncak perayaan turut dihadiri Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg. Kehadiran pemerintah daerah memperkuat kolaborasi antara gereja dan pemerintah dalam pengembangan sektor pendidikan dan sosial.
Rangkaian kegiatan HUT ke-79 ini diharapkan memperkuat peran Gereja Toraja sebagai agen perubahan. Gereja tidak hanya berperan dalam aspek spiritual, tetapi juga aktif dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. (TIM PUBLIKASI PWGI)
